Inflasi Melejit, Bank Sentral Swiss Naikkan Suku Bunga.

Card Image

Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Sentral Swiss (SNB) menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir dari minus 0,75 persen jadi minus 0,25 persen pada Kamis (16/6). Suku bunga SNB disebut akan semakin naik seperti bank sentral lainnya.
Ketua SNB Thomas Jordan mengatakan kenaikan inflasi Swiss pada Mei 2022 yang mencapai level tertinggi dalam hampir 14 tahun membuat bank sentral tersebut harus bertindak mengerek suku bunga acuan.

"Tanpa kenaikan suku bunga kebijakan SNB hari ini, perkiraan inflasi akan jauh lebih tinggi," kata Jordan seperti dikutip CNN, Jumat (16/6).
"Kami tidak dalam bisnis panduan ke depan yang sangat tepat, tetapi pada akhir perkiraan kami, inflasi akan kembali melampaui 2 persen sehingga kami harus melihat langkah-langkah apa yang diperlukan," lanjutnya.

SNB mengatakan kenaikan suku bunga diperlukan untuk mengatasi memeriksa kenaikan harga di Swiss yang mulai terpengaruh oleh perang Rusia dan Ukraina. Jordan mengatakan kenaikan harga terjadi lebih cepat dari sebelumnya dan diperlukan tindakan untuk mencegah inflasi.

David Oxley dari Capital Economics mengatakan kemungkinan SNB akan menaikkan suku bunga lagi, ke nol atau bahkan ke wilayah positif. Sementara ekonom Karsten Junius memperkirakan SNB menaikkan suku bunga pada empat pertemuan kuartalan berikutnya masing-masing sebesar 25 basis poin.



Kirim Pesan Ke Kami

Success! Your message has been sent to us.
Error! There was an error sending your message.